Tampil Pada SASE 2026 di Prancis, Dosen Yarsi Jelaskan 5 point Islamic Moral Economi Finance

Conference of Society for the Advancement of Socio-Economics (SASE) tahun 2026 ke-38 telah dimulai. Sesi virtual 22–24 Juni 2026 dan sesi tatap muka (in-person) akan berlangsung 1–3 Juli 2026 di Sciences Po Bordeaux (University of Bordeaux, Prancis).

Dosen Magister Management Universitas Yarsi, Dr.Ir.Any Setianingrum, M.E.Sy (Doktor Any) terpilih tampil sebagai salah satu pembicara SASE bersama para ilmuwan top dari seluruh penjuru dunia. Ibu berhijab ini telah mempresentasikan makalahnya 23 Juni 2026 di sesi pertama , pk 09.00-11.00 CET Time or 14.00- 16.00 WIB.

Kandidat Profesor Universitas Yarsi ini tampil membawakan materinya pada satu klaster Research Network R (RN-R) yaitu Islamic Moral Economy and Finance.Presentasinya bertajuk Redistribution as Governance: An Islamic Framework for Sustainable Public Treasury.

Menurut Doktor Any ,inti pemaparannya terkait keilmuan Islam sebagai cetak biru tata kelola modern untuk menjawab krisis institusional dan kesenjangan ekonomi dunia hari ini.

Makalahnya menawarkan arsitektur keuangan publik berbasis redistribusi etis yang tidak bergantung pada utang, menjadi antitesis nyata terhadap rapuhnya sistem ekonomi konvensional pasca-globalisasi.

Lima poin  penting  dijelaskan Doktor Any, Pertama terkait pola keuangan Islam untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran, kesenjangan sosial-ekonomi, degradasi lingkungan, hingga erosi kepercayaan terhadap institusi publik serta berbagai problem ekonomi global hari ini.

Kedua Ekonomi Bebas Utang terkait menawarkan model keuangan negara berbasis  pemberdayaan sumber daya internal dan partisipasi masyarakat.  Tanpa ketergantungan pada utang membebani antar generasi

Ketiga Uang Harus Berputar menjelaskan sirkulasi kekayaan (redistribusi) bukan sekadar bantuan sosial, tapi harus sebagai indikator utama dalam tata-kelola, guna mencegah konsentrasi kekayaan yang berbasis spekulasi dan riba.

Lalu keempat, nilai-nilai Islam ter-sulam pada  tatakelola ekonomi dan model bisnis menjelaskan pendapatan negara difokuskan pada optimalisasi aset produktif secara etis berbasis integrasi zakat dan waqf, sehingga tidak ekstraktif dan eksploitatif.

Kelima terkait Tranparansi Moral Ekonomi Berbasis AI , menggabungkan transparansi moral dengan teknologi AI,untuk memastikan bekerjanya norma dan etika dalam implementasi  sekaligus mendeteksi adanya konflik kepentingan, kejahatan moral dan korupsi.

Lebih jauh, RN-R sebagai pintu gerbang strategis membawa riset ekonomi Islam dari Universitas Yarsi  ke panggung dunia, sehingga bisa memberikan perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

Doktor Any maju bersama para peneliti ekonomi Islam terkemuka dari berbagai institusi dunia. diantaranya dari Durham Centre for Islamic Economics and Finance, Durham University Business School (Inggris); College of Business, Alfaisal University (Arab Saudi); Universiti Sains Islam Malaysia (Malaysia); Victoria University (Australia); School of Business and Management ITB (Indonesia); Fatih Sultan Mehmet Vakıf Üniversitesi (Turki); Financia Business School (Prancis); Universitas Indonesia (Indonesia).

Dari Indonesia sebagai pembicara hanya tiga orang ,dari Universitas Yarsi,  ITB dan Universitas Indonesia. “Dari perguruan tinggi swasta hanya Universitas Yarsi mewakili Indonesia,” ujar Doktor Any..

Alumnus Doktor Universitas Airlangga diminta tampil panitia konferensi global sudah lewat tahapan. Mulai mengajukan karya riset dilakukan bersama tim Yarsi hingga panitia konferensi menyeleksi. Dari 3.500 artikel ilmiah (paper) hasil riset yang masuk, dosen Universitas Yarsi lolos sebagai pembicara SASE.

Doktor Any menerangkan, SASE jadi salah salah satu forum ilmiah internasional bereputasi tertua  dan terbesar bidang sosial-ekonomi di dunia. Forum berusia 38 tahun ini juga sebagai wadah komunikasi para akademisi, praktisi dan peneliti dari berbagai universitas terkemuka didunia.

SASE termasuk organisasi nirlaba lintas disiplin bertaraf internasional, menghimpun para intelektual dari lebih dari 50 negara di lima benua. Organisasi ini berbadan hukum di Maryland, Amerika Serikat., sedangkan pusat operasional di MPIfG Cologne, Jerman,

Keanggotaannya sangat prestisius, mencakup para akademisi disiplin ekonomi, sosiologi, politik, manajemen, hingga hukum dan filosofi. Serta melibatkan para praktisi bisnis dan pembuat kebijakan di berbagai organisasi internasional.

Di bawah kepemimpinan Dr. Annelies Fryberger selaku Direktur Eksekutif, operasional dan tata kelola SASE berjalan secara profesional hingga sukses dalam aneka gelaran konferensi tahunan.

Lebih dalam lagi, hadirnya dosen Universitas Yarsi dalam SASE mencerminkan konsistensi riset berkelanjutan. “Partisipasi kali ini merupakan partisipasi keempat Universitas Yarsi,”seru Doktor Any .

Pertama tahun 2021 di University of Duisburg-Essen, Jerman, kedua tahun 2022 di Amsterdam University, Belanda, ketiga tahun 2025 di Palais des Congrès, Montreal, Kanada dan keempat  tahun 2026 di University of Bordeaux, Prancis. “Semua itu partisipasi daring,” terang Doktor Any

Perhelatan ini juga dihadiri para pakar, akademisi dan praktisi internasional. Antara lain Prof. Mehmet Asutay, Prof. Necati Aydin, Prof. Zurina Shafii, Bilal Bagis, Ezzedine Ghlamallah, Prof. Habib Ahmed serta akademisi dan peneliti internasional.

“Hadir kami dalam forum SASE mencerminkan konsistensi riset berkelanjutan  dari Universitas Yarsi,” tutup Doktor Any (usman)