Universitas Yarsi memperkuat riset dan publikasi ilmiah untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta daya saing internasional. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang dijalankan universitas.
Rektor Universitas YARSI, Prof. Ratna Sitompul mengatakan, capaian akreditasi merupakan hasil kerja seluruh tim. Pencapaian tersebut diraih melalui proses yang dilakukan secara konsisten.
“Akreditasi unggul dan internasional yang diraih Universitas YARSI dan program studi merupakan hasil dari ikhtiar cerdas seluruh tim. Semua dilakukan melalui proses planning, organizing, actuating, dan controlling yang dilaksanakan secara konsisten,” kata Prof. Ratna usai kegiatan wisuda sarjana dan pascasarjana semester genap 2025/2026 Universitas Yarsi di Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Ke depan, Universitas Yarsi menyiapkan sejumlah target strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya, memperpanjang program magang mahasiswa menjadi enam bulan hingga satu tahun.
Universitas juga menargetkan jumlah mahasiswa meningkat dua kali lipat dalam dua hingga tiga tahun. Pada periode yang sama, seluruh program studi ditargetkan meraih akreditasi unggul.
Dalam lima tahun ke depan, Universitas Yarsi menargetkan seluruh program studi memperoleh akreditasi internasional. Universitas juga menyiapkan program studi yang menawarkan gelar internasional.
Untuk mendukung target tersebut, universitas memperkuat Lembaga Penelitian (Lemlit) dan berbagai kelompok riset. Pengembangan penelitian ditunjang fasilitas laboratorium genomik, herbal, halal, telomer, dan sel punca, serta pusat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Khusus bidang kedokteran, Universitas Yarsi menginvestasikan sekitar Rp10 miliar untuk menambah peralatan laboratorium. Universitas juga mengalokasikan dana riset sekitar Rp6 miliar setiap tahun.
Selain meningkatkan fasilitas dan pendanaan, universitas mendorong dosen melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan hasil penelitian.
(Nadya Syifa Syauqiyah)
Sumber:
Lihat

