Adik-adik mahasiswa, sebelum belajar leadership (kepemimpinan) kita harus pastikan punya mindset (pemikiran) seorang leader (pemimpin ). Yaitu ,bisa memberikan inspirasi pada orang-orang sekitar kita. Bukan hanya bicara
Belajar leadership harus membangun trust dan berkontemplasi ( pemikiran mendalam dan perhatian penuh pada suatu ide, masalah, atau nilai spiritual). Leader harus mengambil keputusan cepat dengan analisa mendalam .
“Dengan mindset terlatih dan bertanya pada diri, kita akan membangun instink ,paham mana keputusan benar akhirnya saat jadi pemimpin tidak salah,” ujar Dr.Sandiaga Salahuddin Uno,BBA,MBA (Bang Sandi) memberikan jurus jadi pemimpin pada acara Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Mahasiswa Kedokteran Wilayah II 2026 , , Jumat ,9 Oktober 2026. di Universitas Yarsi.
Bang Sandi dalam perhelatan ini banyak memberikan wawasan dan pencerahan kepada peserta. Diantara yang diingatkan, sebelum mengambil keputusan, kita tidak bisa hanya mengikuti insting seperti mengikuti apa yang menjadi opini publik atau pandangan netizen yang budiman..
Disini saatnya kita harus bisa memisahkan berfikir kritis dan objektif. Melihat fakta berbeda-beda harus diverifikasi atau tabayun . dari situlah seorang leader akan membangun opini berdasarkan fakta dan interpretasi, tentu dikuatkan oleh asumsi-asumsi,” tutur Menteri Pariwisata era Presiden Jokowi.
Terkait suatu lembaga atau institusi, seorang pemimpin saat mengambil keputusan akan banyak retorika yang masuk. Karena itu seorang pemimpin harus bisa memperbaharui keputusan dari para pemimpin terdahulu .Yang baik ditingkatkan , kurang diperbaiki dan yang lambat dipercepat. “Tentunya semua itu harus menggunakan data-data dan hasil riset. serta harus cerdas mengelola emosi,” cakap Wakil Gubenur DKI Jakarta era Gubenur Anis Baswedan.

Selanjutnya, kepada adik-adik mahasiswa yang pernah mengalami kegagalan, akan meraih kesuksesan lebih dulu. Pasalnya sudah berani mencoba. Dengan kegagalan itu sudah terntu akan intropeksi diri dan yangakan dilakukannnya yang lebih baik, alias jatuh lalu bangun. Gagal itu bagian kesuksesan dan merupakan anak tangga menuju kesuksesan,,Sukses itu kombinasi persiapan matang, kerja keras, dan hasl belajar dari kegagalan. “ Adik-adik mahasiswa saya doakan jadi pemimpin dan sukses,” tutup Bang Sandi.
Sementara Rektor Universitas Yarsi, Prof.Dr.dr. Ratna Sitompul,Sp.M(K).,Subsp I.I (Prof Ratna) menyatakan terima kasih kepada panitia LKMM Mahasiswa Kedokteran Wilayah II 2026 untuk mepercayakan Universitas Yarsi sebagi tuan rumah.
Membahasi kepemimpinan, Prof Ratna mengatakan, sebelum kita mempin orang lain.memimpin pasien atau memimpin tim perawatan ,sebagai mahasiswa kedokteran harus bisa memimpin diri sendiri. Ini perlu ditelaah , agar kita tidak melakukan hal-hal yang salah.
Kini Posisi dokter di Indonesia perlu ditelaah kembali. Meskipun distribusi tak merata tapi ada sesuatu yang bisa dan tidak dilakukan adalah industri kesehatan
Pelayanan Kesehatan saat ini dikemudikan industri kesehatan (rumah sakit ataupun industri obat). Harus memahami kondisi ini sebelum mengambil keputusan. Walaupun kini dokter disorot Masyarakat, ada saja teman-teman dokter yang masyarakat nirempati(empatinya taka ada) saat sangat kencang
“Karena itu pelajari kepemimpinan dan memanage yang baik, diri kita, pendidikan, keluarga dan pasien kita,”pesan Prof Ratna
Lebih jauh keberadaan dirumah sakit itu sangat penting, jadi belajarnya tidak bisa saat punya masalah, belajar mulai sekarang (saat jadi mahasiswa kedokteran) kita melihat apa yang dimiliki untuk mampu memimpin diri kita sendiri, memimpin keluarga , teman dan pasien kita. “Saya berharap pertemuan ini jadi suatu bekal nanti setelah lulus jadi dokter dan semuanya meraih gelar dokter,” tutup Rektor Universitas Yarsi.
Perhelatan kali ini luar biasa, selain Rektor hadir Sekretaris Universitas,dr.Dicky Budiman, MSc.PH.PhD, Wakil Rektor I,Dr.Rifqatussa’adah,S.K.M.,M.Kes, Wakil Rektor II, Ahmad Rusdan H.Utomo,Ph.D dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Prof.dr.Pratiwi Sudarmono.Ph.D (Usman)


