Universitas YARSI kembali menggelar wisuda sarjana dan pascasarjana periode semester genap tahun akademik 2025/2026 pada Sabtu (24/10/2026).
Dalam momen wisuda kali ini, Rektor Universitas YARSI, Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, menyampaikan apresiasi atas capaian Universitas YARSI dan sejumlah program studi yang berhasil mendapat akreditasi unggul dan internasional.
“Akreditasi unggul dan internasional yang diraih Universitas YARSI dan program studi merupakan hasil dari ikhtiar cerdas seluruh tim,” ujar Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul dalam sambutannya saat di kegiatan wisuda Universitas YARSI, Sabtu (24/10/2026) di Auditorium Ar-Rahman, Universitas YARSI, Jakarta Pusat.
Menurut Ratna, capaian ini tak lepas dari proses panjang Universitas YARSI, mulai dari tahap planning, organizing, actuating, dan controlling yang dilaksanakan secara konsisten.
Langkah Universitas YARSI untuk penguatan daya saing
Dalam momen spesial kali ini, Ratna membeberkan rencana Universitas YARSI dalam transformasi pendidikan dan penguatan daya saing perguruan tinggi.
Universitas YARSI sendiri, katanya, dalam rangka transformasi pendidikan digital dan pembelajaran jarak jauh (PJJ), menargetkan program magang mahasiswa selama enam bulan hingga satu tahun. Selain itu, universitas menargetkan peningkatan mahasiswa dalam dua sampai tiga tahun.
Program studi yang ada juga ditargetkan mendapat akreditasi unggul dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Dalam lima tahun, harapannya, seluruh prodi bisa raih akreditasi bertaraf internasional.
“Dalam dua sampai tiga tahun ke depan, seluruh program studi ditargetkan meraih akreditasi unggul, sedangkan dalam lima tahun seluruh program studi diharapkan telah memperoleh akreditasi internasional,” harapannya.
Lebih lanjut, di bidang akademik lainnya, Universitas YARSI mengadopsi target SDGs, terutama tujuan 1, 3, 4, 5, dan 17.
Sedangkan, untuk penguatan riset dan reputasi akademik, Universitas YARSI targetkan dua jurnal yang dikelola YARSI terindeks Scopus.
Ratna juga menekankan bahwa Universitas YARSI akan berkomitmen untuk ciptakan suasana kampus yang aman dan sehat dengan penerapan zero tolerance pada bullying, kekerasan, kawasan bebas asap rokok.
“Universitas YARSI berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman dan sehat melalui penerapan zero tolerance terhadap bullying dan kekerasan, serta menargetkan 100 persen dosen, tenaga kependidikan, dan ma asiswa berada dalam lingkungan kampus bebas rokok,” tegasnya.
Dukung riset dosen untuk pengembangan universitas
Dalam mendukung agenda besar pengembangan universitas, Universitas YARSI mendorong tenaga pendidik atau dosen untuk melakukan penelitian dan melanjutkan pendidikan.
Di umur Universitas YARSI yang telah mencapai 59 tahun, pihak universitas akan terus melakukan investasi dalam pengembangan ekosistem penelitian.
“Penelitian merupakan bagian penting dari Caturdharma Universitas YARSI. Karena itu, penguatan riset dan pendanaan penelitian menjadi salah satu agenda besar dalam pengembangan universitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini ada 15 dosen Universitas YARSI yang lolos pendanaan Program Penelitian, Program Pengabdian Masyarakat dan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak Kemendiktisaintek tahun 2026.
Dalam mendukung penelitian, Universitas YARSI telah memiliki Lembaga Penelitian (Lemlit) dengan berbagai kelompok riset serta didukung dengan sarana dan prasarana, seperti laboratorium genomik, herbal, halal ,telomer, sel punca dan artificial intelligence (AI) center.
Khusus untuk penelitian di bidang kedokteran, tambahnya, dalam dua tahun terakhir Universitas YARSI telah melakukan penambahan peralatan laboratorium dengan nilai investasi sebesar Rp10 miliar.
Selain itu, Universitas YARSI juga menyediakan dana riset sebesar Rp 6 miliar dengan syarat administrasi yang mudah.
“Akreditasi Unggul telah diraih dan tekad YARSI jadi pendekar penelitian Insya Allah terwujud,” tutur Prof Ratna ,” tambahnya.
Akreditasi naik dan bukan prodi baru mulai 2026
Ada beberapa prodi di Universitas YARSI yang memperoleh akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).
Meliputi Ilmu Hukum, Perpustakaan dan Sains Informasi, Magister Kenotariatan, Manajemen, Akuntansi, Magister Manajemen, dan Psikologi.
Untuk jurusan Kedokteran sendiri, kata Ratna, akan menjalani proses akreditasi tahap nasional dan kemudian mengajukan untuk ke taraf internasional di tahun berikutnya.
“Tapi, program studi Kedokteran akan menjalani akreditasi tahun depan. Peraturan pemerintah saat ini mengharuskan akreditasi nasional terlebih dahulu sebelum bisa mengajukan akreditasi internasional,” katanya.
Ratna menjelaskan pada awal tahun 2026, Universitas YARSi resmi buka prodi baru, yakni penyakit dalam program spesialis.
Sumber:
Lihat

