DI tengah padatnya rutinitas harian, fun walk atau jalan santai kini menjadi pilihan olahraga ringan yang semakin digemari masyarakat karena sifatnya yang inklusif dan rendah risiko. Berbeda dengan lari maraton yang menuntut fisik prima, fun walk menawarkan fleksibilitas yang memungkinkan setiap orang mulai
dari balita hingga lansia untuk bergerak aktif dalam suasana yang ceria dan tanpa tekanan.
Kegiatan Fun Walk pun dihadirkan Universitas Yarsi sebagai bagian dari perayaan hari jadinya yang ke-59. Ribuan peserta yang terdiri dari sivitas akademika, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga alumni beserta anggota keluarga mereka tampak memadati area kegiatan yang digelar di tengah suasana Car Free Day (CFD).
Rektor Universitas Yarsi, Fasli Jalal, mengungkapkan bahwa esensi utama dari kegiatan ini bukanlah pada jarak tempuhnya, melainkan pada kualitas hubungan antarindividu yang terbentuk selama acara berlangsung.
“Fun Walk ini adalah momen bonding bagi kami semua. Kami ingin mengakrabkan seluruh keluarga besar Yarsi. Terkadang anggota keluarga tidak tahu persis apa yang dikerjakan pasangan atau orang tuanya di kampus, atau mungkin alumni sudah lama tidak melihat almamaternya. Di sini, hubungan itu kami bangun kembali,” ujar Fasli Jalal dalam kegiatan di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu (21/6).
Pemilihan format jalan santai (fun walk) dibandingkan olahraga lain seperti lari atau balap sepeda bukan tanpa alasan. Menurut Fasli, jalan santai jauh lebih ramah untuk semua kelompok usia. Hal ini terbukti dengan hadirnya peserta yang membawa anak kecil hingga cucu mereka.
“Umur peserta kami bervariasi. Kami ingin semua orang bisa ikut. Yang muda bisa berjalan lebih jauh atau ikut senam dengan lincah, sementara yang sudah senior mungkin cukup 2 kilometer saja lalu duduk bersantai. Prinsipnya, fun-nya lebih penting daripada walk-nya,” tambahnya sambil tersenyum.
Antusiasme yang Terus Meningkat
Tahun ini, tercatat sekitar 1.500 peserta mendaftar secara resmi, jumlah yang melonjak drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah ini terus meningkat sejak gelaran pertama beberapa tahun lalu yang berada pada angka 300 peserta.
“Dulu kami mulainya pertama itu coba 300, tahun berikutnya kami naikkan jadi 600 waktu itu, dua kali lipat. Sampai akhirnya tahun ini terus meningkat dan pendaftar mencapai 1.500 peserta,” jelas Fasli.
Dengan kegiatan yang berfokus untuk meningkatkan bonding bagi keluarga Universitas Yarsi baik itu mahasiswa, tenaga kependidikan hingga alumni, kegiatan ini pun dibuka secara gratis.
”Kegiatan ini tanpa dipungut biaya, jadi memang fokusnya kekeluargaan dan kegiatan ini juga mungkin bisa jadi ajang bagi peserta yang mungkin belum tahu betapa nikmatnya Car Free Day, mereka bisa merasakannya di sini,” ujarnya.
Tidak hanya jalan santai, peserta juga mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan (medical check-up) gratis yang disediakan oleh RS Yarsi dan Fakultas Kedokteran. Layanan seperti pengecekan gula darah dan pemeriksaan kesehatan umum lainnya tersedia sepanjang kegiatan, serta bisa diikuti bukan hanya oleh peserta tetapi juga masyarakat umum.
Melalui Fun Walk ini, Fasli pun berharap kegiatan ini dapat menghapus sekat-sekat jabatan dan tugas harian. Di atas lintasan jalan santai, semua peserta adalah satu keluarga besar yang saling mendukung.
“Ini kesempatan untuk memperkuat kekeluargaan tanpa ada batas jabatan. Kita semua satu kesatuan, baik universitas, rumah sakit, maupun yayasan. Kami harap kebersamaan ini menjadi pintu pembuka untuk kolaborasi yang lebih solid di tingkat jurusan maupun unit kerja masing-masing,” tukasnya.
Sumber:
Lihat

