Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI ke Universitas Padjadjaran dan Holi Pharma

Pada 28 Agustus 2025 saya bersama dosen dan tenaga kependidikan Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI melakukan studi banding ke Bandung. Di pagi harinya kami berbesar hati diterima oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Padadjaran, dipimpin oleh Wakil Dekan Prof Dr Ira Irawati MSI. Sebelumnya saya sudah berkomunikasi dengan Prof Dr Med. Setiawan, dr, Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Padadjaran yang sekarang sedang bertugas sebagai Plt Sekertaris Direktorat Jenderal Pendididikan Tinggi Kementerian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ada lima hal menarik yang kami dapat dari kunjungan ke Sekolah Pascasarjana Universitas Padadjaran. Pertama, prinsip dasarnya yang bersifat lintas disiplin dan keberlanjutan, atau “transdiscipline and sustainability”. Ke delapan program studi yang ada memang bersifat lintas disiplin, yang berbeda dengan Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI yang masih ada bersifat mono disiplin. Tentang keberlanjutan atau “sustainability”, bahkan ada dua Program Studi yang namanya bahkan menggunakan kata itu, yaitu Magister Ilmu Keberlanjutan dan Magister Pariwisata Keberlanjutan. Ke dua, beberapa program studi di Sekolah Pascasarjana Universitas Padadjaran menggunakan sistem dimana lulusan harus membuat dan menghasilkan proyek, tetapi tidak perlu ada publikasi dan juga tidak membuat tesis. Tentu saja proyek ini di persiapkan dengan baik, ada unsur novelti dan di bimbing sejak awal oleh dosen yang kompeten. Ke tiga, sudah berjalannya dengan baik kegiatan RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau), yaitu program pendidikan yang memungkinkan seseorang untuk memperoleh pengakuan atas capaian pembelajaran yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan tinggi atau mendapatkan kualifikasi tertentu.
Ke empat, di Sekolah Pascasarjana Universitas Padadjaran rupanya tidak atau belum ada Senat (rencananya mungkin akan dibentuk), sehingga  proses analisa kenaikan pangkat di level Lektor Kepala dan Guru Besar dilakukan melalui Senak Fakultas “induk” masing-masing dosen, bukan di Sekolah Pascasarjana. Ke lima, saya sangat mengapresiasi “lingkungan” kampus Sekolah Pascasarjana Universitas Padadjaran, misalnya Perpustakaan yang ada fasilitas gym nya dan juga kursi “Bean Bag Chair“ untuk pengunjung, juga ada studio yang bukan hanya untuk podcast dll. tetapi juga untuk dosen merekan youtube untuk kuliah, serta berbagai gambar dan tulisan di dinding yang “attractive”.
Sebagian rombongan kami berkunjung ke Laboratorium di Fakultas Kedokteran Universitas Padadjaran. Selain Laboratorium maka juga dilakukan pembicaraan tentang pembelajaran magister dalam bidang manajemen administrasi rumah sakit. Pengalaman yang di dapat juga amat berguna.
Di sore harinya rombongan kami meninjau Pabrik Holi Pharma. Ada tiga hal yang menarik disini, apalagi sebagian dosen kami memang bidangnya adalah kesehatan. Pertama melihat secara nyata tentang proses keamanan dalam pembuatan obat. Ke dua, bagaimana proses jaga mutu atau “quality control” dilakukan, yang sampai beberapa kali selama produksi obat dari penyiapan bahan dasar sampai kemasan selesai. Ke tiga, juga dibahas tentang aspek bisnis, ketersediaan bahan baku yang masih banyak dari luar negeri serta proses perusahaan sampai menjadi perusahaan terbuka (Tbk) sekarang ini bersama dengan pabrik lain di Cipanas – Cianjur dan bahkan juga di Australia.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas YARSI