Tingkatkan Pemahaman Ragam Disabilitas Bagi Mahasiswa, Yarsi Gelar Pelatihan Disability Awarness

Suasana pagi di lantai 11 ruang workshop Universitas Yarsi berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Beberapa mahasiswa tampil mengambil peran seolah-olah tuna netra mata ditutup berjalan pakai tongkat. Ada juga mengambil peran tuna runggu telinganya ditutup tidak hingga mendengar suara. Ada pula mengambil peran tuna daksa saat berjalan menggunakan korsi roda. Para mahasiswa bersuka ria menyatakan kegirangan dan bersenda gurau.

Menurut Dosen Fakultas Psikologi Unversitas Yarsi ,Alabanyo Brebahama, M. Psi., Psikolog (Pak Banyo) menyatakan suasana itu merupakan bagian acara Pelatihan Disability Awarness bagi Mahasiswa Universitas Yarsi bagi Tim Mahasiswa Mata Kuliah Psikologi PendidikanAnak Kebutuhan Khusus. Perhelatan digelar satu hari, Rabu 21 Oktober 2026.

Pak Banyo dalam kegiatan ini banyak memberikan pengetahuan dan pencerahan kepada para peserta. Diantaranya penjelasan penyandang disabilitas.

Menurut undang-undang nomor 8 tahun 2016, penyandang disabilitas Adalah setiap orang mengalami keterbatasan fisik , intelektual, mental dan atau sesorik dalam jangka waktu lama yang  dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lain berdasarkan kesetaraan hak.

Selain itu Alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia  juga menjelaskan paradigma pandangan terhadap disabilitas seperti cacat , paradigma medis/cacat ( medical model) berfokus pada kekurangan dan penyembuhan . Masalah  ada pada individu , sering mengarah pada eksklusi.

Selanjutnya Normal dengan abnormal , membandingkan individu dengan standar  normal. Mendorong asimilasi atau pemisahan.

Kemudian paradigma sosial dan hak (disabilitas) merupakan hambatan terletak pada lingkungan yang tidak inklusif, bukan pada individu. Fokus pada hak dan aksesibilitas.

Terakhir paradigma pemberdayaan keunikan (difabel) yaitu melihat disabilitas sebagai variasi unik manusia , berfokus pada kemampuan potensi dan kontribusi.

Pada pertemuan  ini Pak Banyo juga menjelaskan disabilitas fisik, mulai pengerian disabilitas fisik, jenis-jenis disabilitas fisik, karakteristik penyandang disabilitas fisik dan penyebab terjadinya disabilitas fisik.

Menurut acara Pak Banyo acara ini digelar bertujuan meningkatkan pemahaman tentang ragam disabilitas dan identifikasi anak kebutuhan khusus. “ ada satu lagi yaitu  membantu penanganan anak kebutuhan khusus,” tutup pak Banyo. (Usman)