Dosen FK Yarsi Jadi Ketua JDN 2025-2028, JDN Beri Solusi Masalah Dokter Muda

Kami akan selalu meminta arahan, dukungan, motivasi, dorongan, serta menjadikan para senior sebagai role model. Kami ingin bisa berorganisasi dengan baik, memajukan Junior Doctor Network (JDN) bersama dikomandoi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

Kami juga siap berkontribusi banyak bagi para sejawat, untuk dokter se-Indonesia pada khususnya, juga untuk masyarakat pada umumnya.

Dr. Farah P Kaurow, Sp.FM (dokter Farah) menyatakan itu semua saat dilantik  jadi Ketua JDN Ikatan Dokter Indonesia tahun 2025-2028 di Kantor PB IDI Jakarta, Jumat 14 Nopember 2025.

Ditambahkannya kami tidak menjamin perjalanan JDN akan mudah dan tanpa hambatan. Mungkin ada tantangan dan kegagalan.  Tapi sebagai generasi penerus dan anak muda kami terus semangat. Seperti filosofi dress code kami hari ini, warna putih dan jeans.

Warna putih artinya lambang kemurnian, kesucian, kebersihan dan kesederhanaan. Warna putih juga melambangkan awal yang baru. “Sedangkan jeans ini melambangkan jiwa muda semangat kepengurusan baru,” tutur dokter berhijab.

Selanjutnya dokter Farah mengungkapkan, JDN Indonesia berkomitmen  mendukung dan beri Solusi permasalahan dokter muda. Organisasi ini menjadi wadah resmi di bawah PB IDI. JDN adalah platform bagi dokter berusia di bawah empat puluh. “Awal tahun 2025, JDN mulai menjadi badan kelengkapan PB IDI” tutur dokter Farah yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FK Yarsi)

Menurutnya, JDN punya tiga fokus utama bagi dokter muda. Fokus tersebut mencakup pendidikan, advokasi kebijakan, dan peningkatan kesejahteraan.Ketiga fokus itu menjadi kebutuhan utama dokter muda dan tantangan dokter muda berbeda dari dokter senior.

Lebih jauh,banyak dokter muda masih bingung menentukan jalur karier pasca lulus jadi dokter. Mereka menghadapi tekanan kerja tinggi dan risiko burnout. Ditambah permintaan masyarakat

pada layanan dokter juga semakin besar. “Kami sering kerja nyaris dua puluh empat jam,” ujar dokter Farah

.JDN berupaya menyediakan kajian dan beri solusi bagi persoalan dokter muda. Organisasi ini menargetkan dukungan hingga batas usia empat puluh tahun.

Isu literasi keuangan juga menjadi perhatian penting dalam JDN. Banyak dokter muda belum memahami perencanaan investasi jangka panjang.

JDN berupaya mendorong ragam pengembangan karier dokter muda. tidak semua dokter harus menempuh pendidikan spesialis.

Menurut dokter berhijab, JDN sudah terbentuk sejak 2013. Sedangkan, peresmian di PB IDI dilakukan pada 2018. JDN, terafiliasi dengan National Medical Association di tiap negara. Struktur ini berada dalam jaringan World Medical Association (WMA).

Di WMA terdapat unit khusus bernama Junior Doctor Network. “Unit itu menangani isu dokter junior secara global,” pungkas dokter Farah

Saat ditanya malpraktik kembali mencuat dan memicu diskusi soal keadilan hukum bagi dokter. Dosen FK Yarsi ini menjelaskan, perlunya memahami konteks kasus.

Menurutnya, tidak semua dugaan malpraktik dapat langsung dikaitkan dengan pidana. “Belum tentu bisa dikaitkan utuh jadi kasus hukum,” cakap Farah

Ia menjelaskan, struktur pidana menuntut dua unsur pelanggaran sangat jelas. Unsur itu termasuk tindakan menimbulkan cedera berat atau kematian.Namun,banyak kasus justru berawal dari kondisi medis yang kompleks. “Awalnya itu sering tanpa niat, hanya murni proses klinis,” cakapnya.

Ia menegaskan, setiap dokter tidak punya niat menyakiti pasien. “Semua dokter bekerja dengan niat baik, dan pasien jadi sehat ,itu prinsip dasar,” ucapnya.

Dalam hukum pidana, unsur kesengajaan sangat penting. Sementara tindakan medis sering berada dalam kondisi risiko terukur tanpa maksud jahat.

Dokter Farah berharap, JDN jadi wahana dokter muda untuk berkembang. Ia mengatakan, “Orang muda jadi dokter punya energi besar untuk perubahan positif,” ujarnya.

Wakil Ketua JDN Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Ade Fajri Kurnia (dokter Ade) menambahkan, JDN menargetkan lahirnya kebijakan kesehatan lebih berpihak pada masyarakat. Masyarakat berharap kebijakan itu tidak hanya populis tetapi benar-benar berdampak.

Selanjutnya sanksi berlapis akibat dugaan malpraktik membuat dokter tertekan. “Kalau sudah dihukum etik, kenapa harus dipidana lagi?” tanya dokter Ade.

Ia menggambarkan, dampak psikologis bagi dokter muda kehilangan waktu praktik. Kondisi itu bisa memengaruhi karier dan stabilitas ekonomi mereka.

Untuk itu, lanjut dia, diperlukan solidaritas dalam profesi dokter. “Kesejawatan harus terjaga karena kita satu badan,” katanya.

 

Ia menekankan, perlunya kebersamaan demi tujuan pelayanan kesehatan masyarakat. Langkah itu disebutnya sebagai wujud pengabdian kepada negara.

Sementara Wakil Koordinator JDN Ikatan Dokter Indonesia dr. Fahmi Ashari SpOT (dokter Fahmi), mengatakan JDN akan melakukan advokasi terkait kebijakan berkeadilan untuk masyarakat.

Kami bergerak lebih fleksibel, lebih cepat. Jadi jadi dokter tidak hanya sebagai seorang penyembuh. Dokter itu menurut WHO, salah satunya sebagai community leader

Makanya  banyak dokter berkarya di pemerintahan, jadi Bupati, Walikota, anggota Dewan Perwakilan Rakyat hingga pengusaha,” kata dia.

Dokter Fahmi mengatakan, JDN akan melakukan survei serentak ke semua dokter berusia 20-40 tahun, terutama di luar Pulau Jawa. “Kita cari tahu, berapa take home pay mereka dapatkan. Jadi dengan demikian kita punya data dan bagaimana gambarannya?

Info didapat dari lapangan dinyatakan gajinya itu, bahkan take home pay mereka itu tidak sampai dari 5 juta. Kami akan melakukan advokasi ke pemerintah terkait,” kata dia.

Pada kesempatan sama, Ketua IDI Halmahera Selatan, dr Wahyudianto Aziz (dokter Wahyu), menyoroti, masalah kesejahteraan menjadi faktor penting dalam pemerataan dokter di daerah.

“Di Halmahera Selatan, karena kepulauan, jadi akses tranportasi hanya ada laut, dan wilayahnya tidak selalu mudah dijangkau, dan fasilitas untuk layanan kesehatan juga tidak lengkap,” kata dia.

“Di daerah, rata-rata pembayaran gaji atau insentif dokter, tidak dibayarkan rutin setiap bulan, bisa dirapel dua atau tiga bulan sekali. Mereka harus protes atau seperti demo baru nanti akan dibayarkan,” kata dokter Wahyu

Ia menambahkan, jika diadakan pemerataan gaji atau insentif, dokter akan dengan sukarela bertugas di daerah, termasuk daerah terpencil. “Karena kesejahteraan tidak memadai, akhirnya putra daerah sendiri belum tentu mau menetap di daerah terpencil,” tegasnya.

Kini dokter Farah resmi jadi Ketua JDN Ikatan Dokter Indonesia. Kepengurusan JDN kali ini  dilantik Sekretaris Jenderal PB IDI dr. Telogo Wismo Agung Durmanto (usman)