Meraih dana hibah penelitian bagi Universitas Yarsi sudah biasa dan sering. Kini Peneliti Yarsi kembali raih hibah dari BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemenditisaintek)
Menurut Wakil Rektor II, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo,,Ph.D. (Doktor Ahmad) dana hibah diraih dalam penelitian digunakan meningkatkan kualitas penelitian, mengembangkan pengetahuan, meningkatkan inovasi, dukung pengembangan karier dan meningkatkan reputasi.
Tahun 2025 ini 6 peneliti Universitas Yarsi mendapatkan dana hibah penelitian BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemenditisaintek) dengan fokus penelitian berbeda-beda.
Doktor Ahmad mengucapkan selamat kepada enam peneliti Universitas Yarsi yang sabet dana hibah Penelitian BIMA Kemendiktisaintek. Semoga lebih sukses lagi dan banyak karya.
Prof dr. Sultana M.H. Faradz, PAK (Prof Sultana) dan tim meraih dana hibah fokus bidang kesehatan. Judul penelitiannya Purwarupa Kecerdasan Buatan Berbasis Uji Metilasi dengan Nanopore NextGen Sequencing untuk Diagnosis Penyakit Langka Anak dengan Disabilitas Intelektual
Anggota terdiri Doktor Ahmad,Chandra Prasetyo Utomo, Kinasih Prayuni, Susanti.
Kemudian dana penelitian bidang sosial humaniora diraih Prof. Dr. Nurul Huda, S.E. M.M., M.Si. (Prof Nurul) dan tim. Judul penelitiannya Analisis Peran Lee Min Ho, Brand Image, dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Azarine dengan Moderasi E-WOM.
Prof Nurul sudah sering mendapatkan hibah penelitian dan dalam penelitian ini mengikutkan dua orang peneliti, Muslikh dan Yunita Janah.
Tidak itu saja, penelitian di bidang sosial humaniora lainnya berjudul Model Strategis Penerapan Green Waqf pada Pariwisata Halal di Kota Wakaf Indonesia. Pendekatan Group Model Building. Prof Nurul dan timnya juga meraih dana hibah. Kali ini anggotanya, Ariel Nian Gani, Muhammad Rofii, Pela Yuliana dan Nurul Qolbi.
Dosen Yarsi, Sari Zakiah Akmal, M.Psi., Psikolog dan tim juga mendapat dana hibah penelitian. Tema penelitiannya Membangun Karier Berkelanjutan: Strategi Adaptabilitas Karier, Resiliensi, dan Kesejahteraan Psikologis Pekerja Jarak Jauh serta Kontribusi terhadap Ekonomi Digital Indonesia. Anggotanya terdiri Fitri Arlinkasari, Dian Ratna Sawitri, Melok Roro Kinanthi, Endang Fourianalistyawati dan Aswin Januarsjaf.

Kemudian, Dr.Sri Utami, S.Si (Doktor Utami) dan tim, fokus penelitian pada kesehatan.
Tema penelitian, Pengembangan Produk Sediaan Serbuk Oral Berbahan Baku Ekstrak Buah Sesoot (G. picrorrhiza), Belimbing Wuluh (A.bilimbi), Apel (M. domestica) sebagai Antiobesitas dan Antiaging.
Doktor Utami menerangkan penelitiannya terkait proses penuaan (aging) menyebabkan penurunan fungsi fisiologis dan peningkatan risiko penyakit, serta mempengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup.
Pada individu mengalami obesitas, efek penuaan dapat terlihat lebih cepat, dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, osteoporosis, dan gangguan metabolik.
Menurut Doktor Utami, senyawa bioaktif terkandung dalam berbagai tanaman Indonesia memiliki potensi sebagai antioksidan dan antiaging termasuk di antaranya ekstrak buah sesoot (Garcinia picrorrhiza), yang merupakan genus garcinia, belimbing sayur atau belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), dan apel (Malus domesticai).
Doktor Utami menerangkan, pengembangan formulasi sediaan serbuk oral (SSO) dari ekstrak tanaman sebagai antiobesitas dan antiaging merupakan solusi inovatif dan alami untuk mengatasi masalah obesitas serta memperlambat proses penuaan.
Penelitian dilaksanakan selama dua tahun bertujuan pengembangan SSO sebagai antiaging dan antiobesitas berbahan baku ekstrak buah garcinia, belimbing wuluh, dan apel dari Malang.
Luaran yang ditargetkan tahun pertama berupa prototipe SSO, Paten atau Paten Sederhana, nilai TKT (tingkat kesiapan teknologi) sebesar 5.
Luaran tahun kedua: Prototipe SSO, Paten atau Paten Sederhana sebagai antiobes dan antiaging.
Doktor Utami dan tim juga berhasil mendapatkan paten atas formulasi ekstrak sesoot terkarakterisasi baik secara tunggal maupun kombinasinya dengan doksorubisin mampu membunuh sel kanker payudara dan aman trehadap sel vero. Penelitian selanjutnya menunjukkan aman terhadap sel fibroblas.
Dengan diterima hibah ini semangat meneliti dan memproduksi semakin besar dan akhirnya masyarakat lebih sehat dan sejahtera.
Sebagai dosen penelitian ini bagian kegiatan catur dharma dan meningkatkan citra Universitas. Lewat penelitian ini saya berupaya lebih memperkenalkan tanaman asli Indonesia ke mancanegara,” Semoga bisa juga jadi pendapatan bagi negara.,” imbuh Ibu Doktor Berhijab
Kepada para peneliti Yarsi peraih hibah BIMA Kemendiktisaintek 2025, selamat dan semoga lebih sukses lagi (usman).


