Kepala BPOM Resmikan Pabrik ke-18 Indofood CBP, Yarsi Sampaikan Selamat

Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) tetap menekankan pabrik harus memenuhi standar, karena tidak ada kompromi untuk standar. Salah satu standar paling tinggi  adalah cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB). PT Indofood, termasuk melalui fasilitas baru ini, telah mendapatkan jaminan itu dan telah mengekspor 43 jenis pangan olahan ke berbagai negara.

Kepala BPOM Taruna Ikrar (Taruna) menyatakan itu pada peresmian pabrik ke-18 PT Indofood CBP di Cibinong, Jawa Barat , Jumat lalu.

Taruna menambahkan, kehadiran fasilitas ini menguatkan industri mi instan terpadu di Indonesia siap bersaing di tingkat global. Pabrik ini juga dinilai sebagai simbol komitmen pelaku usaha memperkuat ketahanan pangan nasional.

Fasilitas diresmikan merupakan pabrik khusus memproduksi mi instan. Fasilitas ini pengembangan dari sarana produksi divisi noodle. Sarana produksi  berlokasi di Cibitung difokuskan  produksi mi instan pasar ekspor. Sedangkan, sarana di Cibinong ini akan fokus mendukung produksi mi instan pasar lokal Indonesia.

Lebih lanjut,Taruna Ikrar menyebut kini, BPOM masuk ke era baru ikut berkontribusi terhadap ekonomi nasional. Output setiap tahun komoditi obat dan makanan itu hampir Rp6.000 triliun. Karena itu, BPOM bisa berkontribusi untuk ekonomi nasional ,kita “Keluar dari belenggu negara berpenghasilan rendah menuju negara berpenghasilan tinggi atau high income country,” jelas Kepala BPOM dalam keterangan persnya..

Kontribusi tersebut salah satunya berasal dari dampak besar industri pangan Indonesia melalui pasar ekspor. Menurut Kepala BPOM, produk makanan siap saji diekspor ke luar negeri bernilai kurang lebih Rp500 triliun.

Sebagai lembaga negara,selain komitmen menjamin keamanan, mutu, khasiat, atau gizi produk obat dan makanan. “Jika ada gangguan baik dari luar maupun dalam negeri terhadap produk nasional kebanggaan kita, BPOM akan mem-backup industri,” terang Taruna

Kehadiran fasilitas ini menguatkan industri mi instan terpadu di Indonesia siap bersaing di tingkat global. “Pabrik ini juga dinilai sebagai simbol komitmen pelaku usaha memperkuat ketahanan pangan nasional.”tutup Taruna

Direktur PT Indofood CBP Taufik Wiraatmadja menyampaikan apresiasi kepada BPOM atas pendampingan dilakukan secara komprehensif. “Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala BPOM beserta jajarannya atas perhatian dan pendampingan komprehensif mulai dari persiapan pabrik, sertifikasi CPPOB, dukungan dalam proses registrasi nomor izin edar, validasi, dan untuk memastikan pabrik ini memenuhi seluruh standar keamanan pangan nasional,” terangnya.

Selain itu, Taufik juga menargetkan fasilitas baru ini dapat berkontribusi pada perekonomian daerah melalui pembukaan lapangan pekerjaan, peningkatan aktivitas industri, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi PT indofood CBP dalam pertumbuhan ekonomi berbasis industri pangan lokal.

Atas peresmian pabrik ke-18 PT Indofood CBP di Cibinong oleh Kepala BPOM, Rektor Universitas Yarsi, Prof.dr. Fasli Jalal,Ph.D menyampaikan selamat dan sukses,semoga memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi.(Usman)